Pendidikan Tinggi
Pendidikan Tinggi Kedokteran Hewan yang sekarang menjadi Fakultas
Kedokteran Hewan UGM berdiri pada tanggal 20 September 1946. Pendidikan
Tinggi tersebut merupakan salah satu pilar dari terbentuknya Universitas
Negeri Gadjah Mada yang berdiri pada tanggal 19 Desember 1946. Ketua
Pendidikan Tinggi Kedokteran Hewan dijabat oleh Prof. Drs. M. Soeparwi.
Beliau sebagai Ketua Fakultas Kedokteran Hewan UGM tahun 1949 -
1962.
Fakultit yang tergabung dalam kompleks Ngasem terdiri dari Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Biologi dan
Fakultas Kedokteran Hewan. Kompleks Fakultit tersebut hanya boleh ada satu
Bagian dan satu orang Professor. Bagian Biokimia di Kompleks Ngasem
dikelola oleh Fakultas Kedokteran dengan Kepala Bagian Prof. Drs.
Sardjono. Berdasar pada kondisi tersebut, Fakultit Kedokteran Hewan
mendirikan Bagian yang tidak secara eksplisit menyebutkan Biokimia,
ialah Bagian Medik Veteriner yang terdiri dari Laboratorium Kliniko
Kimia, Toksologi dan Biokimia pada tahun 1952. Bagian tersebut eksis
sampai pada tahun 1969.
Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan
Pada tahun 1964 Fakultas Kedokteran Hewan berubah menjadi Fakultas
Kedokteran Hewan dan Peternakan. Ketua Jurusan Kedokteran Hewan
dari FKH dan Peternakan dijabat oleh Drh. Soesanto Mangkoewidjojo
pada periode 1964 - 1966, sedangkan Ketua Jurusan Peternakan dijabat
oleh Drh. Saleh Poespo. Pada tanggal 10 November 1969 Fakultas Kedokteran
Hewan dan Peternakan UGM pecah menjadi Fakultas Kedokteran Hewan
dan Fakultas Peternakan. Sebagian Staf Bagian Kimia Medik Veteriner,
peralatan dan aktivitasnya pindah ke Fakultas Peternakan, sedangkan
Bagian Kimia Medik Veteriner yang terdiri dari Laboratorium Kliniko
Kimia, Toksologi dan Biokimia yang baru di Fakultas Kedokteran Hewan UGM
sampai tahun 1978. Pada tahun 1979 Bagian Biokimia pisah dari Bagian Kliniko Kimia dan semenjak itu mata kuliah Biokimia diampu oleh Bagian Biokimia sampai sekarang.
Staffing
Pada tahun 1976 dikirim staf dosen yaitu Drh. Djoko Pranowo, M.Sc untuk
belajar Biokimia di University of The Philippine at Los Banos (UPLB)
sampai tahun 1979. Sejak tahun 1979, kuliah Biokimia di pegang oleh
Drh. Djoko Pranowo, M.Sc dan Dr. Drh. Wayan T. Artama. Pada tahun 1984 dikirim seorang staf muda
yang diangkat pada tahun 1979 ialah Dr. Drh. Wayan T. Artama ke Jerman
dan menyelesaikan pendidikan pada tahun 1989. Drh. Trini Susmiati, MP. diangkat menjadi staf dosen pada tahun 1987, Drh. Aris Purwantoro, M.Si dan Drh. Rini Widayanti, MP. diangkat
tahun 1989, sedang Drh. Aris Haryanto diangkat pada tahun 1997. Drh. Aris Purwantoro, M.Si. menyelesaikan S2 di Bioteknologi UGM pada tahun 2005, Dr. drh. Rini Widayanti, MP. menyelesaikan Magister di Sainvet UGM dan menyelesaikan pendidikan Doktor di IPB pada tahun 2006, sedang Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si. menyelesaikan Master di S2 Bioteknologi UGM dan pendidikan Doktor di Jerman pada tahun 2006. Drh. Trini Susmiati, MP. sedang mengikuti program pendidikan Doktor di IPB.
Aktivitas Laboratorik
Pada tahun 1989 Bagian Biokimia mulai aktif menyelenggarakan pratikum
dan penelitian di Laboratorium Biokimia, Sekip sampai tahun 2004.
Bantuan gedung dan peralatan laboratorium dari OECF mulai tahun
2004 dipolakan menjadi Laboratorium Biokimia dan Biomolekuler yang berada di lantai IV Kampus Baru, di jalan Olah Raga, Karangmalang untuk kegiatan akademik, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
Laboratorium Biokimia dikembangkan menjadi Laboratorium
Biokimia dan Biomolekuler, melayani pratikum Biokimia mahasiswa S1
Reguler dan Swadaya, pratikum Kimia mahasiswa D3 Kesehatan Hewan
FKH - UGM serta penelitian untuk skripsi mahasiswa S1 bidang Biomolekuler, Pakan Hewan dan penelitian S2 & S3.
Pimpinan Bagian Biokimia
Kepala Bagian Biokimia sejak 1981 - 1994 dijabat oleh Drh. Djoko
Pranowo, M.Sc., tahun 1994 - 1997 oleh Dr. drh. Wayan T. Artama,
tahun 1998 - 2001 oleh Drh. Djoko Pranowo, M.Sc., tahun 2001 - 2004
oleh Dr. drh. Wayan T. Artama, tahun 2004 - 2006 dijabat oleh Drh. Trini Susmiati, MP. dan mulai tahun 2007 dijabat oleh Dr. drh. Rini Widayanti, MP. |